IT FORENSIK

IT Forensik merupakan ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan. Tujuan IT Forensik adalah untuk mendapatkan fakta-fakta objektif dari sistem informasi, karena semakin berkembangnya teknologi komputer dapat digunakan sebagai alat bagi para pelaku kejahatan komputer yaitu kejahatan dengan peran komputer sebagai alat utamanya. Istilah yang populer untuk modus ini disebut dengan cybercrime. Dalam penanganan cybercrime dibentuklah polisi khusus penindak kejahatan yang spesifik menangani permasalahan-permasalahan cybercrime. Cyber Police adalah polisi cyber yang diberikan tugas untuk menindak pelaku-pelaku kriminalitas di dunia cyber, yang tentu saja agak sedikit berbeda dengan polisi ‘konvensional’, para petugas ini memiliki kemampuan dan perangkat khusus dalam bidang komputerisasi.

IT Forensik juga digunakan untuk mengamankan dan menganalisa bukti digital. Dari data yang diperoleh melalui survey oleh FBI dan The Computer Security Institute, pada tahun 1999 mengatakan bahwa 51% responden mengaku bahwa mereka telah menderita kerugian terutama dalam bidang finansial akibat kejahatan komputer. Kejahatan komputer dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Komputer fraud, yaitu kejahatan atau pelanggaran dari segi sistem organisasi komputer
2. Komputer Crime, yaitu kegiatan berbahaya dimana menggunakan media komputer dalam melakukan pelanggaran hukum.

Setelah fakta-fakta tersebut di verifikasi akan menjadi bukti-bukti yang akan digunakan dalam proses hukum, selain itu memerlukan keahlian dibidang IT (termasuk diantaranya adalah hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software. Untuk Menganalisis Barang Bukti dalam Bentuk Elektronik atau Data seperti :
• NB/Komputer/Hardisk/MMC/CD/Camera Digital/Flash Disk dan SIM Card/HP
• Menyajikan atau menganalisis Chart Data Komunikasi Target
• Menyajikan atau Analisis Data isi SMS Target dari HP
• Menentukan Lokasi/Posisi Target atau Maping
• Menyajikan Data yg ada atau dihapus atau Hilang dari Barang Bukti Tersebut.
Data atau barang bukti tersebut diatas diolah dan dianalisis menggunakan software dan alat khusus untuk dimulainya IT Forensik, Hasil dari IT Forensik adalah sebuah Chart data Analisis komunikasi data Target.

Berikut prosedur forensik yang umum di gunakan antara lain :
1. Membuat copies dari keseluruhan log data, files, daln lain-lain yang dianggap perlu pada media terpisah.
2. Membuat finerptint dari data secara matematis.
3. Membuat fingerprint dari copies secvara otomatis.
4. Membuat suatu hashes masterlist
5. Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan.

Sedangkan menurut metode Search dan Seizure adalah :
1. Identifikasi dan penelitian permasalahan.
2. Membaut hipotesa.
3. Uji hipotesa secara konsep dan empiris.
4. Evaluasi hipotesa berdasarkan hasil pengujian dan pengujian ulang jika hipotesa tersebut jauh dari apa yang diharapkan.
5. Evaluasi hipotesa terhadap dampak yang lain jika hipotesa tersebut dapat diterima.

Tools dalam forensik IT :
1. Antiword
2. Autopsy
3. Binhash
4. Sigtool
5. ChaosReader
6. Chkrootkit
7. Dcfldd
8. Ddrescue
9. Foremost
10. Gqview
11. Galleta
12. Ishw
13. Pasco
14. Scalpel



IT AUDIT

Information Technology (IT) Audit adalah penilaian atau pengujian kontrol dalam sistem informasi atau infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh dan dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari IT Audit adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

Jejak audit atau log audit adalah urutan kronologis catatan audit, yang masing-masing berisi bukti langsung yang berkaitan dengan dan yang dihasilkan dari pelaksanaan suatu proses bisnis atau fungsi sistem. Catatan Audit biasanya hasil dari kegiatan seperti transaksi atau komunikasi oleh orang-orang individu, sistem, rekening atau badan lainnya. Audit IT sendiri berhubungan dengan berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi yang bersifat online atau real time.

Proses IT Audit
Mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti bagaimana sistem informasi dikembangkan, dioperasikan, diorganisasikan, serta bagaimana praktek dilaksanakan :
·       Apakah IS melindungi aset institusi : aset protection dan availability
·       Apakah integritas data dan sistem diproteksi secara cukup (security dan confidentiality)
·       Apakah operasi sistem efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi, dan lain-lain

Output Internal IT
·       Solusi teknologi meningkat, menyeluruh, dan mendalam
·       Fokus kepada global, menuju ke standard-standard yang diakui

Output External IT
·       Rekrutmen staff, teknologi baru dan kompleksitasnya
·       Outsourcing yang tepat
·       Benchmark atau Best-Practices

Output Internal Audit dan Bisnis
·       Menjamin keselurugan audir
·       Budget dan alokasi sumber daya
·       Reporting

Metodologi IT Audit
·       CobiT
·       BS 7799 – Code of Practice (CoP)
·       BSI – IT Baseline Protection Manual
·       ITSEC
·       Common Criteria (CC)

Tools yang Digunakan Untuk IT Audit
1. ACL
2. Picalo
3. Powertech Compliance Assessment
4. Nipper
5. Nessus
6. Metasploit
7. NMAP
8. Wireshark

AUDIT AROUND THE COMPUTER
Audit around the computer masuk ke dalam kategori audit sistem informasi dan lebih tepatnya masuk ke dalam metode audit. Audit around the computer dapat dikatakan hanya memeriksa dari sisi user saja pada masukkan dan keluaranya tanpa memeriksa lebih mendalam terhadap program atau sistemnya, bisa juga dikatakan bahwa audit around the computer adalah audit yang dipandang dari sudut pandang black box.
Dalam pengauditannya yaitu auditor menguji keandalan sebuah informasi yang dihasilkan oleh komputer dengan terlebih dahulu mengkalkulasikan hasil dari sebuah transaksi yang dimasukkan dalam sistem. Kemudian, kalkulasi tersebut dibandingkan dengan output yang dihasilkan oleh sistem. Apabila ternyata valid dan akurat, diasumsikan bahwa pengendalian sistem telah efektif dan sistem telah beroperasi dengan baik.

Audit around the computer dilakukan pada saat:

·       Dokumen sumber tersedia dalam bentuk kertas (bahasa non-mesin), artinya masih kasat mata dan dilihat secara visual.
·       Dokumen-dokumen disimpan dalam file dengan cara yang mudah ditemukan.
·       Keluaran dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor mudah menelusuri setiap transaksi dari dokumen sumber kepada keluaran dan sebaliknya.

AUDIT THROUGH THE COMPUTER
Audit through the computer adalah dimana auditor selain memeriksa data masukan dan keluaran, juga melakukan uji coba proses program dan sistemnya atau yang disebut dengan white box, sehinga auditor merasakan sendiri langkah demi langkah pelaksanaan sistem serta mengetahui sistem bagaimana sistem dijalankan pada proses tertentu.

Audit around the computer dilakukan pada saat :

·       Sistem aplikasi komputer memproses input yang cukup besar dan menghasilkan output yang cukup besar pula, sehingga memperluas audit untuk meneliti keabsahannya.
·       Bagian penting dari struktur pengendalian intern perusahaan terdapat di dalam komputerisasi yang digunakan.

Perbedaan antara audit around the computer dengan audit through the computer dilihat dari prosedur lembar kerja IT audit.
AUDIT AROUND THE COMPUTER
AUDIT THROUG THE COMPUTER
1.      Sistem harus sederhana dan berorientasi pada sistem batch.
Pada umumnya sistem batch komputer merupakan suatu pengembangan langsung dari sistem manual.
2.      Melihat keefektifan biaya.
Seringkali keefektifan biaya dalam Audit Around The Computer pada saat aplikasi yang digunakan untuk keseragaman kemasan dalam program software.
3.      Auditor harus besikap userfriendly.
Biasanya pendekatan sederhana yang berhubungan dengan audit dan dapat dipraktekkan oleh auditor yang mempunyai pengetahuan teknik tentang komputer.
1.      Volume input dan output.
Input dari proses sistem aplikasi dalam volume besar dan output yang dihasilkan dalam volume yang sangat besar dan luas. Pengecekan langsung dari sistem input dan output yang sulit dikerjakan.
2.      Pertimbangan efisiensi.
Karena adanya pertimbangan keuntungan biaya, jarak yang banyak dalam uji coba penampakan audit adalah biasa dalam suatu sistem.




RESUME

IT Forensik adalah pengumpulan fakta ataupun bukti pelanggaran keamanan sistem informasi yang dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komputer yaitu kejahatan dengan peran komputer sebagai alat utamanya atau yang lebih dikenal dengan cybercrime. Cybercrime dibagi menjadi dua yaitu komputer fraud dan komputer crime. Dalam penanganan cybercrime dibentuklah polisi khusus penindak kejahatan cybercrime tersebut yaitu cyberpolice. Cyberpolice mempunyai wewenang untuk menindak pelaku-pelaku kriminalitas di dunia cyber karena akibat dari cybercrime tersebut, banyak pihak yang menderita kerugian terutama dalam bidang finansial.

IT Audit adalah adalah pengujian kontrol dalam sistem informasi atau infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Di mana IT audit dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial, audit internal, dan audit lainnya dengan kegiatan pengawasan dan evalusasi lain yang sejenis. IT audit banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya. IT audit terdapat catatan audit yang biasanya hasil dari kegiatan seperti transaksi atau komunikasi oleh individu, sistem, rekening, maupun badan lainnya.

Perbedaan audit around the computer hanya memeriksa dari sisi user saja pada masukkan dan keluaranya tanpa memeriksa lebih mendalam terhadap program atau sistemnya, bisa juga dikatakan bahwa audit around the computer adalah audit yang dipandang dari sudut pandang black box. Sedangkan Audit through the computer adalah dimana auditor selain memeriksa data masukan dan keluaran, juga melakukan uji coba proses program dan sistemnya atau yang disebut dengan white box, sehinga auditor merasakan sendiri langkah demi langkah pelaksanaan sistem serta mengetahui sistem bagaimana sistem dijalankan pada proses tertentu.



Sumber:
http://iqbalhabibie.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30322/4.IT+forensics.pdf
http://www.docstoc.com/docs/168904374/Etika-&-TSI--IT-Forensics.docx
http://sukarno.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/42555/5.+ITForensik-avinanta.pdf
http://edwinapietersz.blogspot.com/2014/04/perbedaan-audit-around-computer-dengan.html


IT FORENSICS

Posted on

Kamis, 02 Juli 2015

Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek adalah seseorang yang ditunjuk atau ditetapkan untuk bertanggung jawab terhadap kegiatan keseharian pengelolaan proyek untuk kepentingan perusahaan atau organisasi seperti melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Manajer proyek memiliki peran penting di dalam suatu proyek karena kegagalan atau keberhasilan proyek tersebut ditentukan oleh manajer proyek itu sendiri. Oleh karena itu untuk menghasilkan kinerja yang baik dan keberhasilan suatu proyek, harus di manage dengan baik oleh manajer proyek.

Skill yang dibutuhkan manajer proyek diantaranya adalah :
(1) Leadership (kepemimpinan) yaitu seorang manajer proyek dituntut dapat mengoordinasi dan mengarahkan anggota tim agar apa-apa yang dikerjakan selalu merujuk pada tujuan proyek.
(2) Problem Solving Skills (keahlian memecahkan masalah) yaitu seorang manajer proyek dituntut memiliki keahlian memecahkan semua permasalahan yang terjadi selama proyek berlangsung, baik teknis maupun non teknis.
(3) Writen Skills (keahlian untuk menulis) yaitu seorang manajer proyek harus memiliki kemampuan dalam menulis dalam arti tulisan yang dibuat mudah diinterpretasi, tidak menimbulkan penafsiran ganda.
(4) Presentation skills (keahlian melakukan presentasi) yaitu seorang manajer proyek dituntut untuk bisa menuangkan ide-idenya dalam suatu bentuk orasi dan dapat memberikan penjelasan secara simple, lugas dan mudah dimengerti.
(5) Communication skills (kemampuan berkomunikasi) yaitu seorang manajer proyek harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar dapat dapat mengoordinasi semua anggota tim sesuai dengan tujuan proyek.
(6) Team player skills (keahlian menjalankan tim) yaitu seorang manajer proyek harus memiliki kharisma yang tinggi dan berwibawa dan dapat memotivasi orang lain agar mau bekerja guna mencapai tujuan proyek.
(7) Profesionalism (profesionalisme) yaitu seorang manajer proyek harus dapat memilah-milah antara urusan kantor, urusan teman atau sahabat, urusan pribadi, maupun urusan keluarga.
(8) Strong admin skills (kemampuan yang andal) yaitu seorang manajer proyek diharuskan memiliki kecakapan untuk mengatur, meskipun orang tersebut memiliki skill teknis yang tinggi. Kemapuan untuk mengatur orang lebih bersifat manajerial, lebih bersifat seni dan psikologi. Oleh karenanya tidak menjamin bahwa seseorang dengan kemampuan teknis yang tinggi bisa mengatur orang atau tim yang dia pimpin. Kemampuan  ini lebih banyak diperoleh di lapangan.

Seorang manajer proyek yang baik harus memiliki kompetensi yang mencakup unsur ilmu pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap (attitude) seperti yang sudah dijabarkan diatas. Ketiga unsur ini merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek. Sebuah proyek akan dinyatakan berhasil apabila proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu, ruang lingkup dan biaya yang telah direncanakan. Manajer proyek merupakan individu yang paling menentukan keberhasilan / kegalan proyek. Karena dalam hal ini manajer proyek adalah orang yang memegang peranan penting dalam mengintegrasikan, mengkoordinasikan semua sumber daya yang dimiliki dan bertanggung jawab sepenuhnya atas keberhasilan dalam pencapaian sasaran proyek.



Sumber:
http://manajemenproyek.net/kompetensi-yang-harus-dimiliki-seorang-manajer-proyek.html
http://www.mdp.ac.id/materi/2011-2012-2/SP355/051038/SP355-051038-690-6.pptx

Kriteria Manajer Proyek yang Baik

Posted on

Senin, 04 Mei 2015


Constructive Cost Model (COCOMO) merupakan model algoritma estimasi biaya perangkat lunak model yang dikembangkan oleh Barry Boehm pada tahun 1981 sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk mengembangkan proyek-proyek perangkat lunak. Referensi pada model ini dikenal dengan nama COCOMO 81. Pada tahun 1990, muncul suatu model estimasi baru yang disebut dengan COCOMO II. Secara umum referensi COCOMO sebelum 1995 merujuk pada original COCOMO model yaitu COCOMO 81, kemudian setelah itu merujuk pada COCOMO II pada tahun 1997.

COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II sebagai penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.

Model COCOMO menggunakan rumus regresi dasar, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek proyek saat ini. Model ini telah digunakan oleh ribuan project manager suatu proyek perangkat lunak, dan berdasarkan pengalaman dari ratusan proyek sebelumnya. Tidak seperti model estimasi biaya yang lain, COCOMO adalah model terbuka, sehingga semua detail dipublikasikan, termasuk :
·       Dasar persamaan perkiraan biaya.
·       Setiap asumsi yang dibuat dalam model.
·       Setiap definisi.
·       Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit

Dalam COCOMO, terdapat tiga jenis model, yaitu :
(1) Model basic COCOMO (COCOMO I 1981) yaitu menghitung estimasi biaya pengembangan aplikasi berdasarkan kode baris. Pada model ini terdapat tiga kelas untuk katagori proyek pengembangan aplikasi, yaitu :
·       Model Organic  dikatagorikan sebagai proyek sederhana dengan ukuran relatif kecil dimana terdapat anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja sama pada permintaan yang relatif fleksibel.
·       Model Semi-Detached merupakan katagori menengah dalam segi ukuran dan tingkat ukurannya (kompleksitasnya) dimana jumlah tim yang relatif besar. Tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda dan berpengalaman untuk bekerja sama pada permintaan yang relatif fleksibel
·       Model Embedded merupakan kombinasi dari kedua model sebelumnya namun dengan aturan proyek yang tidak fleksibel

(2) Intermediate (COCOMO II 1999) yaitu menghitung dari besarnya program dan “cost drivers” (faktor-faktor yang berpengaruh langsung kepada proyek) secara subjektif, seperti : produk, hardware (perangkat keras), tim, dan juga atribut proyek

(3) Advanced yaitu memperhitungkan semua karakteristik dari “intermediate”  dan “cost drivers” dari setiap fase (analisis, design, implementation, dan lain sebagainya) dalam SW life cycles.


Sumber:
https://inarjutex.wordpress.com/2011/05/28/pengertian-cocomo-dan-jenisnya/
http://yanti91.blogspot.com/2013/04/cocomo-dan-jenis-jenisnya.html
http://dwiyuliani-dwiyuliani.blogspot.com/2011/04/cocomo.html
http://haryanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16702/COCOMO.ppt

Constructive Cost Model (COCOMO)

Posted on

Rabu, 29 April 2015


Untuk membuat suatu aplikasi kadang terhalang oleh license penggunaan software yang digunakan. Software resmi tentu sangat mahal harganya, inilah yang menghambat para programmer dalam pembuatan aplikasi. Maka dengan adanya software open source dapat mempermudahnya oleh karena itu dianjurkan penggunaan software open source dalam pembuatan aplikasi. Open Source  adalah pemanfaatan source – source secara gratis yang tetap diatur oleh beberapa prosedur karena source yang dipergunakan adalah free license dan dipergunakan bersama – sama atau sharing source sehingga user maupun producer dapat membuat atau memodifikasi dari source yang telah disediakan oleh provider. pengguna dapat mempelajari dan melakukan modifikasi untuk membuatsoftware tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka. Isu-isu keamanan yang dihadapi sistem open source, mencakup beberapa filosofi keamanan umum dan bagaimana membuat lebih aman sistem tersebut dari para penyusup.

Beberapa pengguna komputer yang merupakan anggota dari komunitas pengguna Open Source Software (OSS) dan free software berpendapat bahwa kode program mereka lebih aman karena kelemahan kode program mereka lebih mudah ditemukan dan diperbaiki oleh pemakai program tersebut. Sementara itu, komunitas hak-hak kepemilikan berpendapat bahwa pembukaan akses ke kode program pada OSS akan memudahkan bagi beberapa kelompok tertentu untuk menyerang program tersebut. Untuk menjadi Open Source terdapat syarat yang harus dipenuhi yaitu sebagai berikut :
·       Open Source sendiri menjamin hak untuk membuat salinan program dan mendistribusikan program tersebut.
·       Open Source sendiri menjamin hak untuk mengakses source code, sebelum melakukan perubahan.
·       Source sendiri menjamin hak untuk melakukan perbaikan pada program.

Fitur-fitur utama dari karakteristik open source adalah kebebasan user untuk:
  1. Menggunakan software sesuai keinginannya.
  2. Memiliki software yang tersedia sesuai kebutuhan.
  3. Mendistribusikan software kepada user lainnya.
Beberapa contoh dari open source adalah web server (apache), Bahasa pemrograman (perl, PHP), sistem operasi (Linux, OpenBSD), pembuat portal (phpnuke, postnuke, mambo), e-learning management system (Moddle, Claroline), dll.

KEUNTUNGAN SOFTWARE OPEN SOURCE
1.     Penggunaannya adalah Free Licence
2.     Adanya hak untuk mendistribusikan modifikasi dan perbaikan pada code.
3.     Ketersediaan source code dan hak untuk memodifikasi
4.     Tidak disandera vendor.
Open source menggunakan format data terbuka, sehingga data menjadi transparan dan bisa dengan bebas diproses di sistem komputer yang berbeda-beda, sambil tetap menjaga keamananya. Dengan demikian, konsumen tidak lagi terikat pada kemauan vendor untuk dapat menggunakan data-datanya.
5.     Banyaknya tenaga (SDM) untuk mengerjakan proyek.
Proyek open source biasanya menarik banyak developer, misalnya: pengembangan web server Apache menarik ribuan orang untuk ikut mengembangkan dan memantau.
6.     Kesalahan (bugs, error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki.
Hal ini dikarenakan jumlah developer-nya sangat banyak dan tidak dibatasi. Visual inspection (eye-balling) merupakan salah satu metodologi pencarian bugs yang paling efektif. Selain itu, source code tersedia membuat setiap orang dapat mengusulkan perbaikan tanpa harus menunggu dari vendor.
7.     Kualitas produk lebih terjamin.
Hal ini dikarenakan evaluasi dapat dilakukan oleh banyak orang, sehingga kualitas produk dapat lebih baik. Namun, hal ini hanya berlaku untuk produk open source yang ramai dikembangkan orang. Tidak selamanyaopen source dikembangkan oleh banyak orang, karena bisa juga dilakukan oleh individual.
8.     Lebih aman (secure).
Sifatnya yang terbuka membuat produk open source dapat dievaluasi oleh siapa pun. Public scrutinity merupakan salah satu komponen penting dalam bidang keamanan. Secara umum, open source memiliki potensi untuk lebih aman meskipun dia tidak terkendali secara otomatis. Namun, hal ini dapat tercapai, jika security by obscurity bukan tujuan utamanya.
9.     Hemat biaya.
Sebagian besar developer ini tidak dibayar/digaji. Dengan demikian, biaya dapat dihemat dan digunakan untuk pengeluaran yang tidak dapat ditunda, misal membeli server untuk hosting web.
1.     Tidak mengulangi development.
Pengulangan (re-inventing the wheel) merupakan pemborosan. Adanyasource code yang terbuka membuka jalan bagi seseorang programmeruntuk melihat solusi-solusi yang pernah dikerjakan oleh orang lain. Namun, pada kenyataannya tetap banyak pengulangan.
11.  User dapat membuat salinan tak terbatas, menjual atau memberikan bebas hasil lisensi.
12.  User dapat memodifikasi dan mengunci agar hanya kalangan terbatas yang dapat membaca kode dan memodifikasinya.
13.  Mencegah software privacy yang melanggar hukum.

KEKURANGAN SOFTWARE OPEN SOURCE
1.     Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source.
Ketersediaan source code yang diberikan dapat menjadi sia-sia, jika SDM yang ada tidak dapat menggunakannya. SDM yang ada ternyata hanya mampu menggunakan produk saja, Jika demikian, maka tidak ada bedanya produk open source dan yang propriertary dan tertutup.
2.     Tidak adanya proteksi terhadap HaKI.
Kebanyakan orang masih menganggap bahwa open source merupakan aset yang harus dijaga kerahasiannya. Hal ini dikaitkan dengan besarnya usaha yang sudah dikeluarkan untuk membuat produk tersebut. Karena sifatnya dapat di-abuse oleh orang-orang untuk mencuri ide dan karya orang lain.
3.     Kesulitan dalam mengetahui status project.
4.     Tidak ada garansi dari pengembangan.
5.     Limitasi modifikasi oleh orang – orang tertentu yang membuat atau memodifikasi sebelumnya.
6.     Untuk beberapa platform, contohnya JAVA yang memiliki prinsip satu tulis dan bisa dijalankan dimana saja, akan tetapi ada beberapa hal dari JAVA yang tidak competible dengan platform lainnya. Contohnya J2SE yang  SWT – AWT bridge–nya belum bisa dijalankan di platform Mac OS.
7.     Open Source digunakan secara sharing, dapat menimbulkan resiko kurangnya diferensiasi antara satu software dengan yang lain, apabila kebetulan menggunakan beberapa Open Source yang sama.



https://eziekim.wordpress.com/2012/04/01/alasan-menggunakan-software-open-source-kelebihan-dan-kekurangannya/
https://freezcha.wordpress.com/2011/03/18/keuntungan-dan-kerugian-penggunaan-open-source/
http://shiroihana.blog.binusian.org/files/2009/05/tugas-team01.doc
http://wiraanthony24.blogspot.com/2014/04/alasan-dan-keuntungan-kerugian-dalam.html