Pengertian Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara pada periode tertentu (biasanya selama satu tahun). Setiap negara maupun daerah memerlukan dana untuk pembangunan fasilitas publik, contohnya pembangunan jalan raya, jembatan, sekolah, dan lain-lain. Kegiatan pembangunan tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit. Dari manakah dana yang digunakan untuk membiayai pembangunan tersebut? Pembangunan yang dilakukan pemerintah didanai dari pendapatan negara/nasional salah satunya pajak (sumber pendapatan terbesar).

Masyarakat pelaku kegiatan ekonomi akan terus berusaha memperoleh pendapatan untuk memenuhi semua kebutuhan sehingga menjadikan masyarakat makmur. Jika seluruh pendapatan atau pengeluaran yang dilakukan pelaku ekonomi di dalam suatu negara dijumlahkan maka akan terbentuklah pendapatan nasional. Besarnya pendapatan nasional ditentukan oleh jumlah produk yang dihasilkan oleh para pelaku ekonominya.

Konsep pendapatan nasional sendiri pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.


Konsep-konsep Pendapatan Nasional
PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan

PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
RUMUS: GNP = GDP + Produk netto terhadap luar negeri

NNP (Net National Product)
NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
RUMUS: NNP = GNP – Penyusutan

NNI (Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
RUMUS: NNI = NNP – Pajak tidak langsung

PI (Personal Income)
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
RUMUS: PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )

DI (Disposible Income)
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
RUMUS: DI = PI – Pajak langsung

CONTOH SOAL:
Jika diketahui Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2004 adalah Rp 131.101,6 Miliar. Pendapatan/Produk neto terhadap Luar Negeri Rp 4.955,7 Miliar, Pajak tidak Langsung Rp 8.945,6 Miliar, Penyusutan Rp 6.557,8 Miliar, Iuran Asuransi Rp 2,0 Miliar, Laba ditahan Rp 5,4 Miliar, Transfer Payment Rp 6,2 Miliar dan Pajak Langsung Rp 8,0 Miliar. Hitunglah :
a). GNP
b). NNP
c). NI
d). PI
e). DI
Jawab:
a) GNP = GDP + Produk Neto terhadap Luar Negeri
= Rp 131.101,6 Miliar + Rp 4.955,7 Miliar
= Rp 136.057,3 Miliar
b) NNP = GNP – Penyusutan
= Rp 136.057,3 Miliar – Rp 6.557,8 Miliar
= Rp 129.499,5 Miliar
c) NI = NNP – Pajak tidak Langsung
= Rp 129.499,5 Miliar – Rp 8.945,6 Miliar
= Rp 120.553,9 Miliar
d) PI = (NI + Transfer Payment) – (iuran asuransi + iuran jaminan sosial + Laba di tahan + Pajak Perseorangan)
= (Rp 120.553,9 Miliar + Rp 6,2 Miliar) – (Rp 2,0 Miliar + Rp 5,4 Miliar)
= Rp 120.560,1 Miliar – Rp 7,4Miliar
= Rp 120.552,7 Miliar
e) DI = PI – Pajak Langsung
= Rp 120.552,7 Miliar – Rp 8,0 Miliar
= Rp 120.544,7 Miliar


Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

PENDEKATAN PENDAPATAN (Income Approach)
Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Kemampuan entrepreneur ialah kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN).

Metode Pendekatan pendapatan adalah metode perhitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan pendapatan yang diperoleh dari  pemilik faktor produksi, dimana :
1.      SDM /tenaga kerja(menerima pendapatan berupa upah/gaji = wage)
2.      Pemilik faktor produksi SDA /tanah (menerima pendapatan berupa sewa tanah = rent)
3.      Pemilik Faktor Produksi Modal (menerima pendapatan berupa bunga = interest)
4.      Pemilik faktor produksi  pengusaha /Skill (Menerima pendapatan berupa laba = profit)

RUMUS: Y = r + w + i + p
Ket :
Y = pendapatan nasional
r = rent = sewa
w = wage = upah/gaji
i = interest = bunga modal
p = profit = laba

PENDEKATAN PENGELUARAN (Expenditure Approach)
Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu perekonomian:
1.       Rumah Tangga (Household Consumption)
Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang habis dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama (non-durable goods).
2.      Konsumsi Pemerintah (Government Consumption)
Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir (government expenditure). Sedangkan pengeluaran-pengeluaran untuk tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah.
3.      Pengeluaran Investasi (Investment Expenditure)
Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran sektor dunia usaha. Yang termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi.
4.       Ekspor Neto (Net Export)
Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor. Ekspor neto yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daipada impor. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia).

Metode pendekatan pengeluaran adalah metode poerhitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran dari berbagai pembelian dalam masyarakat.
Pengeluaran ini berasal dari empat sektor, yaitu sektor:
1.      RT. Konsumen (berupa Konsumsi = C)
2.      RT. Produsen  (berupa Investasi = I)
3.      RT. Pemerintah (berupa Pengeluaran Pemerintah = G)
4.      Masyarakat Luar Negeri (berupa expor-import = X – M)

RUMUS: Y = C + I + G + (X - M)
Ket :
Y = Pendapatan Nasional
C = konsumsi masyarakat
I = investasi
G = pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor

PENDEKATAN PRODUKSI (Output Approach)
Metode pendekatan produksi adalah metoda perhitungan pendapatan nasional dengan menghitung jumlah produksi masing-masing sektor ekonomi.  Untuk tidak terjadi perhitungan ganda, maka dalam metode ini yang dihitung hanya  nilai tambah (value added) dari semua sektor kegiatan ekonomi.
RUMUS: Y  =  ∑PiQi atau Y  = P1Q1 + P2Q2 +….+ PnQn
Keterangan:
Y  = Pendapatan Nasional
Pi  = Harga produk masing-masing sektor
Qi  = Produksi masing-masing sector


Masalah dan Keterbatasan Perhitungan PDB

Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara. Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah distribusi pendapatan.

Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang.

PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
1.      Jumlah dan komposisi penduduk,
2.      Jumlah dan struktur kesempatan kerja, dan
3.      Faktor-faktor nonekonomi.

Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat
Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.
Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya






Sumber:
http://mohamadrza.wordpress.com/2011/05/09/pengertian-dan-konsep-pendapatan-nasional/
http://tikasyarafina.blogspot.com/2012/04/pengertian-konsep-pendapatan-nasional.html
http://winyoulover.blogspot.com/2013/01/konsep-pendapatan-nasional.html
http://medayvalkyrie.blogspot.com/2013/05/pengertian-konsep-pendapatan-nasional.html
http://ichaald.blogspot.com/2012/06/metode-perhitungan-pendapatan-nasional.html


Pendapatan Nasional

Posted on

Senin, 10 Juni 2013


A.   Definisi Pasar

Pasar, dalam ilmu ekonomi, adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, tidak selalu memerlukan lokasi fisik, dan bisa merujuk kepada suatu negara tempat suatu barang dijual dan dipasarkan. Definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya.

Pasar mempunyai peranan yang sangat strategis bagi pelaku bisnis (produsen) dan masyarakat secara keseluruhan. Tanpa adanya pasar, maka tidak mungkin suatu bisnis dapat bertahan hidup. Pasar adalah tempat para produsen bersaing merebut konsumen dalam rangka mencapai tujuan usahanya. Di samping itu, pasar mempunyai berbagai bentuk struktur yang mempunyai hukumnya sendiri-sendiri, sehingga berpengaruh dan menentukan tinggi rendahnya harga yang akan terjadi.

Jika dari sisi konsumen, pasar adalah sumber informasi mengenai pilihan yang dapat dilakukan. Semakin banyak produsen di pasar, dan sebaliknya. Dengan demikian, konsumen juga berkepentingan terhadap kondisi pasar dari barang dan jasa yang dibutuhkannya. Dari sisi luas atau ruang lingkupnya,pasar dapat juga dikelompokkan menjadi pasar domestic pasar ekspor, atau pasar luar negeri. Dengan demikian, maka pemahamanmengenai pasar ini sangat penting dalam menganalisis fenomena ekonomi, baik bagi pelaku maupun pembuat keputusan di bidang bisnis dan ekonomi publik. Dari uraian di atas terlihat bahwa para pelaku ekonomi, khususnya produsen, perlu mempunyai strategi bersaing yang andal untuk mencapai tujuan bisnisnya.


B.   Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana ada banyak penjual dan pembeli,dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi pasar.
Ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna:
1.    Perusahaan adalah price taker. Price taker atau Pengambil harga artinya suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Harga pasar ditentukan oleh interaksi antara keseluruhan pembeli dan keseluruhan penjual.
2.     Tiap perusahaan mudah keluar atau masuk. Jika perusahaan rugi dan ingin meninggalkan industri tersebut, maka langkah ini dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada perusahaan yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, maka produsen dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya.
3.    Menghasilkan barang homogen atau dalam arti yang lain, barang-barang yang dihasilkan suatu perusahaan tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara dengan perusahaan lainnya.
4.    Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar. Dalam pasar persaingan sempurna ini dimisalkan bahwa jumlah pembeli sangat banyak. Tapi dimisalkan juga kalau mereka memiliki pengetahuan yang sama mengenai keadaan pasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Dampaknya, para produsen tidak bisa menjual produknya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar.

Kelebihan pasar persaingan sempurna:
1.      Harga jual produk yang termurah,
2.      Rasio output per penduduk maksimal, dan
3.      Masyarakat merasa nyaman (tidak perlu memilih barang).

Kelemahan pasar persaingan sempurna:
1.      Asumsi mustahil terwujud,
2.      Lama dalam pengembangan teknologi karena lama normal, dan
3.      Konflik efisiensi – keadilan.


C.    Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu produsen yang menguasai pasar. Dengan kata lain satu penjual menguasai segala jenis penawaran. Seseorang yang menguasai pasar monopoli disebut Monopolis. Sebagai penentu harga, seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi. Semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).

Ciri-ciri dari pasar monopoli:
1.      Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran,
2.      Tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip,
3.      Produsen mutlak menetukan harga, dan
4.  Tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.

Kelebihan pasar monopoli:
1.      Keuntungan penjual cukup tinggi, dan
2.      Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah.

Kelemahan pasar monopoli:
1.      Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang,
2.      Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan,
3.      Terjadi ketidakstabilan harta, dan
4.      Terjadi eksploitasi pembeli.


D.   Pasar Monopolistis

Pasar persaingan monopolistik adalah suatu bentuk pasar yang didalamnya terdapat banyak penjual (produsen) yang menghasilkan produk yang berbeda satu sama lain. Model pasar persaingan monopolistik ini pertama kali diperkenalkan oleh Chamberlin dan Joan Robinson pada tahun 1933. Pada dasarnya bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang berada di antara dua bentuk pasar yang ekstrem, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli. Hal inilah yang menyebabkan ciri- ciri pasar persaingan monopolistik mirip dengan pasar persaingan sempurna maupun pasar monopoli.

Kemiripan dengan pasar persaingan sempurna antara lain terletak pada banyaknya jumlah penjual (produsen), sedangkan perbedaannya terletak pada karakteristik produknya yang berbeda antara satu produsen dengan produsen yang lain (diferensiasi produk). Kemiripan dengan pasar monopoli terletak pada kemampuan perusahaan dalam mempengaruhi harga, sedangkan perbedaannya antara lain terletak pada banyaknya jumlah penjual (produsen).

Ciri-ciri dari pasar monopolistik:
1.      Banyak pembeli dan banyak penjual,
2.      Produk yang terdiferensiasi,
3.      Informasi produk cukup,
4.      Produsen dapat mempengaruhi harga,
5.      Produsen dapat keluar masuk pasar dengan mudah, dan
6.      Promosi penjualan haruslah aktif.

Kebaikan pasar monopolistik:
1.      Banyaknya produsen memberikan keuntungan bagi konsumen untuk memilih produk yang terbaik.
2.      Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi.
3.      Diferensiasi produk mendorong konsumen selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.

Kelemahan Pasar monopolistik:
1.      Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
2.      Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena  pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3.      Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk.


E.    Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli merupakan pasar yang terdiri dari beberapa penjual (produsen) untuk satu jenis barang tertentu. Beberapa penjual dalam konteks ini, maksudnya di mana penawaran satu jenis barang di kuasai oleh beberapa perusahaan, beberapa dapat berarti paling sedikit 2 dan paling banyak 10 atau 15 perusahaan. Pasar oligopoli merupakan suatu struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa produsen yang menghasilkan barang-barang yang bersaing. Jika pasar oligopoly terdiri dari dua perusahaan saja maka dinamakan duopoli.

Setiap perusahaan memposisikan dirinya sendiri sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, dimana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung pada tindak-tanduk persaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dapat di lakukan dengan tujuaan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

Praktek oligopoli umumnya di lakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.


Ciri – ciri dari pasar oligopoli:
1.      Terdapat beberapa penjual,
2.      Barang yang dijual homogen atau beda corak,
3.      Sulit dimasuki perusahaan baru,
4.      Membutuhkan peran iklan,
5.      Terdapat satu market leader (pemimpin pasar), dan
6.      Harga jual tidak mudah berubah


Kebaikan pasar oligopoli:
1.      Memberi kebebasan memilih bagi pembeli,
2.      Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk,
3.      Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual, dan
4.      Adanya penerapan teknologi baru.

Keburukan pasar oligopoli:
1.      Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan,
2.      Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi,
3.      Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena semangat bersaing kurang,
4.      Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi, dan
5.      Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru dan bisa berkembang ke arah monopoli.




Sumber:
http://dhy-tha.blogspot.com/2010/06/pengertian-pasar-dan-macam-macam-pasar.html
http://id.shvoong.com/business-management/1971685-ciri-ciri-pasar-pesaingan-sempurna/#ixzz2VkJMIJSn
http://romaadja19.blogspot.com/2013/05/macam-macam-pasar.html
http://rainbowfromrain.blogspot.com/2011/06/pasar-persaingan-sempurna-monopoli.html
http://www.myherro.com/2011/05/pasar-monopoli.html
http://ekonomilmu.blogspot.com/2013/01/pasar-persaingan-monopolistik-oligopoli.html
http://riskaafrianii.blogspot.com/2013/01/pasar-monopoli-oligopoli-persaingan.html

Struktur Pasar

Posted on

Minggu, 09 Juni 2013